Hutang……..praktek hutang telah banyak menyebar dikalangan manusia hari ini. Umumnya mereka yang banyak berhutang bukan karena terpaksa tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya seperi makan, pakaian dan tempat tinggal tetapi berhutang karena mengejar impian yang terlalu muluk yang tidak sesuai dengan daya dan upayanya. Ada juga yang berhutang demi bisnisnya dan mereka bangga sekali kalau hutang sana- sini , menghalalkan berbagai cara. Hutang laksana bayangan yang selalu menghantui kebanyakan orang dan merupakan beban berat yang dipikul oleh banyaak keluarga sehingga kehidupan keluarga tersebut penuh dengan rasa risau, gelisah dan tidak adanya ketenangan hidup.

Dengan menyingkapi fenomena diatas, upaya minimal yang harus kita kerjakan adalah menasehati dan mengingatkan manusia tentang bahaya hutang yang akan senantiasa menghantui mereka di masa sekarang maupun yang akan datang. Sebagai seorang yang beriman seharusnya kita yakin pada Allah bahwa Allah telah menjamin rezeki kita dan kita harus selalu ridha dengan sedikitnya pemberian, bersikap menerima apa adanya (qana’ah) dan tidak membebani diri dengan kenyamanan hidup yang bersifat tambahan dan kepalsuan belaka. Jadilah orang yang bersyukur karena syukur adalah kunci bertambahnya rezeki dan keberkahan yang Allah SWT turunkan kepada hamba-hambaNya, sebaliknya kufur terhadap nikmat menghancurkan rezeki. Imam Ali as berkata,”Jika sampai kepadamu berbagai kenikmatan, maka janganlah kamu lari, walaupun dengan sedikit bersyukur.”

Dikisahkan ada sejumlah orang kaya yang diuji Allah dengan karunia rizki yang melimpah, mereka membangun sebuah bisnis besar, kemudian mereka berupaya untuk dapat menyelesaikannya. Namun ternyata mereka terlilit dengan hutang hingga beberapa bulan, mereka merasakan pahitnya hutang dan jiwa mereka menjadi sempit akhirnya mereka merasakan rumah kediamannya menjadi kacau yang akan mencelakakan mereka. Mereka juga mendapatkan kerugian dan penyesalan.

Jangan meminjam kecuali sangat terpaksa dan bersikap ekonomislah pada semua urusan dan kehidupan kita. Cari peluang-peluang baik yang akan mendatangkan keuntungan ekonomi. Jangan bersikap boros dan jangan silau dengan barang-barang mahal. Jadilah orang yang dermawan dan jangan jadi orang yang kikir. “ Jika Allah menghendaki kebaikan  bagi seorang hambaNya, Ia akan mengilhamkan kepadanya sikap hemat dan kecakapan dalam me-manage dan menjauhkan darinya keburukan dalam me-manage.”

Bagaimana seorang muslim menginvestasikan hartanya?

1. Dirikanlah usaha anda diatas dasar agama, supaya tidak jatuh pada sisi yang berlawanan dengan maksud investasi itu sendiri

2. Sebelum berinvestasi, coba pikirkan sistem apa yang terbaik untuk investasi anda, kapan, dimana dan bagaimana. Yang paling penting jangan melanggar aturan agama.

3. Jauhi sifat tamak dan rakus. Jadilah orang yang qana’ah dengan apa yang telah Allah berikan kepada anda.

4. Jangan jadikan harta anda sebagai tujuan, tetapi jadikan sebagai alat dengan baik untuk tujuan yang baik.

5. Jika mampu, jadilah orang yang mengerti masalah-masalah ekonomi, bukan sekedar untuk bisnis, melainkan karena ekonomi berarti bersikap pertengahan didalam semua urusan.

6. Usahakan pengeluaran anda lebih sedikit dari pada pemasukan anda supaya investasi anda sukses.

7. Jika memungkinkan, lakukan investasi pada beberapa bidang usaha.

8. Berikan hak-hak agama yang menjadi kewajiban anda di dalam harta anda seperti zakat.

Bertaqwalah kepada Allah sebelum berhutang. “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (Ath-Thalaq;2-3). Hutang adalah penyebab kegelisahan di malam hari dan kehinaan disiang hari. Al- Qurthubi bertutur,”Mayoritas para ulama mengatakan,” Hutang adalah sesuatu kehinaan yang akan menyibukkan hati dan pikiran. Hutang adalah suatu yang dapat membuat gelisah dan rendah diri dihadapan orang yang meminjamkan uang.”

Jauhilah hutang dengan berlindung kepada Allah dan berdoa dengan doa yang diamalkan Rasulullah,”Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.”Jadilah orang yang sederhana dalam hidup. Yang dimaksud dengan sederhana dalam hidup adalah hidup dengan tidak memaksakan dan tidak bermewah-mewah. Kesederhanaannya tidak bertentangan dengan usaha mengangkat taraf hidup dan kekayaan. Bisa saja orang kaya hidup dengan sederhana. Dalam arti, dia tidak hidup mewah dan tidak sombong terhadap yang lain karena kekayaannya. Yang hebat adalah jika seorang manusia bersikap sederhana ketika dia dalam keadaan kaya. Ketika orang hanya memiliki sedikit harta, maka sikap sederhana adalah sesuatu yang mau tidak mau harus dilakukannya didalam hidup.