Dianjurkan memperbanyak bacaan shalawat kepada Nabi di waktu siang dan malamnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jum’at dan malam Jum’at. “ Rasulullah adalah tuan seluruh umat manusia sedangkan hari jum’at adalah tuan seluruh hari. Shalawat yang dibaca pada hari ini punya keistimewaan yang tidak terdapat pada hari-hari lain.

Disamping itu ada pula hikmah yang lain, berupa setiap kebaikan yang dihasilkan umat didunia dan akhirat akan diterimanya melalui tangan beliau. Maka dengannya, Allah menghimpunkan untuk umatnya antara kebaikan dunia dan akhirat. Kemuliaan terbesar yang dapat mereka raih adalah terjadi di hari Jum’at. Karena padaNyalah Allah menempatkan mereka kerumah-rumah dan istana-istana mereka disurga. Hari ini merupakan hari raya bagi mereka di dunia. Hari yang padaNya Allah memenuhi berbagai permintaan dan kebutuhan mereka dan tidak pernah ditolak permohonan mereka. Ini semua mereka ketahui dan mereka dapatkan disebabkan oleh beliau dan melalui tangannya. Maka diantara bentuk terimakasih dan balas budi kepada beliau serta memenuhi sebagian haknya adalah kita memperbanyak shalawat kepada beliau di siang hari dan malamnya.

Hari Jum’at merupakan hari yang dianjurkan supaya berkonsentrasi penuh pada ibadah. Hari ini memiliki keistimewaan dibandingkan dari semua hari lain dengan adanya anjuran bermacam-macam ibadah yang wajib maupun yang mustahab. Allah telah menetapkan bagi pemeluk setiap agama, suatu hari yang mereka gunakan untuk sepenuhnya beribadah dan membebaskan diri dari berbagai kesibukan duniawi. Maka, kedudukan hari jum’at adalah sebagai hari ibadah diantara hari-hari lain sebagaimana bulan Ramadhan di antara bulan-bulan yang lain dan saat dikabulkan doa padanya sama dengan saat lailatul qadar di bulan Ramadhan. Jadi hari Jum’at adalah barometer untuk satu minggu, Ramadhan adalah barometer untuk setahun sedangkan haji adalah barometer untuk sepanjang umur. Wallahu a’lam.