Iman adalah wujud kebahagian karena jika seorang mukmin yang beriman kepada Allah SWT dengan sepenuh hati, mengenal baik Tuhannya, tunduk dan patuh kepadaNya, biasanya tidak akan banyak merasakan apa yang dirasakan oleh kebanyakan orang berupa kekalutan, ketakutan dan kegalauan. Orang mukmin akan menjalani kehidupannya dengan tenang, damai, bahagia dan puas walaupun dari sisi lain kehidupannya tidak pernah lepas sama sekali dari berbagai masaklah dan tantangan, baik dari segi materi, social, kesehatan dan lain sebagainya, ia tetaplah sebagai seorang manusia yang merasakan berbagai ujian dunia sebagaimana yang dirasakan oleh orang lain.

Yang namanya iman itu bisa naik dan bisa juga turun. Sesungguhnya perkara paling penting yang harus diperhatikan didalam kehidupan ini adalah keimanan karena itulah perkara paling utama yang digapai oleh jiwa dan dirasakan oleh hati. Iman seseorang akan naik atau bertambah hanya dengan kesungguhan dan usaha keras dalam melakukan ketaatan kepada Allah serta menjaga perintah-perintahNya dan memelihara waktu di dalam ketaatan kepadaNya serta melakukan hal-hal yang bisa mendekatkan diri padaNya. Sebaliknya iman seseorang akan turun atau melemah disebabkan antara lain adalah karena kebodohan tentang agama Allah, kelalaian, berpaling dari ketaatan, melakukan kemaksiatan, berkubang dosa, menuruti keinginan nafsu yang mengajak kepada keburukan dan tertipu oleh kesenangan dunia.

Tahukah anda kenapa keimanan kepada Allah SWT dan ketergantungan kepadaNya bisa mendatangkan rasa aman, damai dan tenang? Sesungguhnya gelombang samudera yang selalu berdebur tidak pernah mengusik ketenangan dasar samudera sama sekali, begitu pula halnya dengan seseorang yang memiliki iman yang sangat dalam kepada Allah, maka sangat layak sekali jika gejolak kehidupan yang sifatnya sementara ini tidak akan mengusik ketenangannya sama sekali. Orang mukmin yang memiliki keimanan yang sebenanrnya, maka ia akan terhindar dari sifat kalut, ia akan selalu terjaga dalam keseimbangannya dan selalu siap untuk menghadapi segala hal yang mungkin terjadi dalam kehidupan ini, sebaliknya jika seseorang yang memiliki iman yang dangkal bagai selembar bulu tertiup angin, ia tidak akan pernah stabil dalam sesaatpun, tidak pernah mendapatkan arah yang tetap dan tidak pernah berhenti menetap dimanapun. Begitulah betapa jauh perbedaan antara hati yang penuh dengan ketenangan dan jiwa yang penuh kenyamanan dengan hati yang tidak mengenal arti iman kepada Allah SWT.

Iman itu bertambah dan berkurang seperti ombak lautan, kadang pasang kadang surut,  sebagaimana pula sebuah grafik yang kadang naik dan kadang turun, yang semua tergantung kepada berbagai factor dan sebab. Wahai saudaraku…..jika engkau menghendaki kebahagiaan yang sempurna, maka jadikanlah seluruh kehidupanmu dalam ketaatan dan ibadah, zikir dan syukur, pujian dan kesabaran, maka enkau akan selalu mendapat keimananmu terus pasang dan terus naik selamanya dan hal itu bisa engkau dapatkan dengan melakukan semua amal kebaikan walau sekecil apapun dan menjauhi semua kemaksiatan walau sekecil apapun juga. Jika engkau bersungguh-sungguh ingin mensyukuri semua nikmat dari Allah SWT yang telah engkau terima, ingin merasakan kebahagiaan didalam kehidupanmu, maka renungkanlah kenikmatan apa saja yang telah engkau terima, camkanlah betapa jumlahnya sangat banyak baik yang bersifat material maupun abstrak. Kemudian lihatlah kelebihan dirimu, lalu lihatlah kekurangan-kekurangan dirimu, hingga engkau tidak menyesali apa yang tidak ada pada dirimu, maka engkau akan merasakan kebahagiaan atas segala yang ada pada dirimu, baik sedikit maupun banyak.

Apa manfaat keimanan bagi kita?

1. Dengan iman itulah seorang hamba akan mendapatkan ketinggian derajat didunia dan diakhirat karena hanya orang-orang yang beriman sajalah yang sanggup bersabar dan pahala kesabaran itu yang mampu mengangkat derajat kita dunia dan akhirat

2. Dengan iman itulah seorang hamba akan bisa mendapatkan keberuntungan menggapai keridhaan Rabbnya

3. Dengan iman itulah hati merasa tentram, jiwa merasa tenang dan hati merasa ringan. Hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram

Ya Allah, berikanlah ketaqwaan kepada jiwa-jiwa kami, sucikanlah ia, sesungguhnya Engkau sebaik-baik penyuci baginya.

Ya Allah, kami meminta kepadaMu iman yang jujur, keyakinan yang kokoh dan taubat yang tulus

Ya Allah, sesungguhnya kami meminta kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, kehormatan dan kecukupan diri