Shodaqoh adalah menafkahkan sebagian rezeki secara terang-terangan maupun secara sembunyi-bunyi. Pengertian shodaqoh secara umum adalah memberi sesuatu pada orang lain seperti uang, makanan, pakaian dan senyuman. Shodaqoh di dalam islam itu merupakan salah satu ibadah yang mulia. Kemuliaan shodaqoh ini bisa kita lihat dari kekuatan-kekuatan yang diberikan shodaqoh. Ada 2 kekuatan yang akan dirasa dan dimiliki oleh sebab shodaqoh, yaitu: kekuatan pada diri orang yang bersodaqoh dan kekuatan pada diri orang yang diberi shodaqoh.

Allah berjanji dalam Alqur’an, bahwa shodaqoh itu tidak mungkin tidak dibayar. Seperti menanam di kebun Allah, pasti berbuah. Menanam di kebun sendiri saja berbuah, apalagi dikebun Allah. Kalaupun buahnya tidak lebat, paling tidak pasti berkembang. Kalaupun Allah tidak menurunkan hujan lebat, paling tidak hujan gerimis. Azab tidak akan menimpa orang-orang yang memelihara dirinya, menafkahkan sebagian rezekinya dan beriman kepada Alqur’an.

Shodaqoh itu, selain merupakan ibadah privat, juga merupakan ibadah social. Dengan shodaqoh berarti kita telah membantu kesulitan yang dialami oleh orang lain. Ada dua hal yang sangat menentukan apakah shodaqah tersebut akan dapat mendatangkan keutamaan atau kekuatan pada diri orang yang memgeluarkannya yakni: cara bershodaqoh dan tujuan bershodaqoh. Jadi ketika kita mengeluarkan shodaqah , maka kita mengeluarkannya itu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dari seorang manusia yg ingin merdeka. Bukan manusia yang bermental pedagang atau manusia bermental budak.

Dalam keadaan sangat terjepit, dimana kita benar-benar mengalami kesulitan keuangan, ada penyelesaian yang sangat praktis, mudah dan cepat terhadap kesulitan kita yakni shodaqoh. Dengan bershodaqoh, insyallah kesulitan keuangan kita akan teratasi. Apabila kita banyak bershodaqoh, insyallah banyak pula peluang bagi kita untuk selamat dari bencana. Keajaiban shodaqoh itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang bershodaqoh dan ia yakin.

Sabda Rasulullah,”Jagalah hartamu dengan zakat, obatilah sakitmu dengan shodaqoh dan hadapilah segala cobaan dan bahaya dengan doa serta tawadhu. Kita ini bershodaqoh karena memang kita harus bershodaqoh. Ini adalah ketetapan agama dan bahkan menjadi wajib apabila memang mampu untuk bershodaqoh. Maqam shodaqoh itu sama halnya dengan maqam sholat, puasa, zakat dan haji. Tujuannya adalah untuk mendekati dan berada dekat dengan AllahSWT, bukan untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan dan keajaiban-keajaibannya. Jika kita bershodaqoh semata-mata karena Allah, kita akan memperoleh khasiat gari shodaqoh yang kita berikan itu. Bisa jadi, umur kita akan diperpanjang atau, bisa jadi kita akan terselamatkan dari bencana atau musibah disaat orang lain yang tidak bershodaqoh tidak terselamatkan. Bisa pula rezeki kita akan ditambahkan. Oleh karena itu, apabila kita mengeluarkan shodaqoh dengan niat, cara, tujuan dan objek shodaqoh yang benar maka keutamaan-keutamaan, keajaiban-keajaiban, ganjaran-ganjaran, atau apapun istilahnya yang senilai dengan ini yang berupa umur kita dipanjangkan, penyakit kita tersembuhkan, kita terbebas dari bencana dan rezeki kita diperkaya, dapat kita rasakan dan dapat kita miliki, tanpa memandang apakah kita seorang muslim ataukah tidak.

Kita yang hidup tanpa memberi akan menjadi orang yang sulit bergerak dan menemukan bahwa semua yang kita miliki menghambat hidup kita. Tetapi apabila kita bebas memberikan seluruh apa yang kita punyai, kita justru akan berkembang dengan subur layaknya daun-daun hijau dimusim penghujan. Percayalah, jika kita memberi kepada orang lain dengan hati yang tulus, hati yang ikhlas, hati yang rela, hati yang penuh kasih dan pemberian tersebut kita berikan kepada orang yang memang layak untuk mendapatkannya, keajaiban-keajaiban dari shodaqoh kita akan terasakan, saat ini juga.

Masih banyak kita temui atau bahkan diri kita sendiri yang merasa mampu ketika memenuhi segala kebutuhan dan keinginan termasuk untuk hal-hal barang yang bukan primer, tapi tiba-tiba merasa miskin ketika ingin bershodaqoh atau ketika datang seseorang yang memohon bantuannya untuk keperluan orang tersebut. Bershodaqoh itu kebutuhan setiap orang. Orang yang bershodaqohlah yang membutuhkan orang yang di shodaqohi mengapa? Karena setiap orang ingin hidupnya di dunia barokah, jika sakit ingin sembuh dan sehat, terhindar dari musibah dan dialam barzah dan kiamat mendapatkan pahala terus serta selamat dari api neraka.