Apakah kita mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki seringkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti?. Apakah kita mengira bhwa berdiri tegak diatas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedangkan keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah? Begitulah, sebenarnya kita berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi kita tidak menyadarinya. Kita tetap merasa resah, suntuk, sedih dan gelisah meskipun kita masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, waktu yang tenang untuk tidur pulas dan kesehatan untuk terus berbuat.

Sebenarnya yang harus kita pikirkan dan renungkan apa-apa yang telah ada pada diri, keluarga dan kesehatan namun kita seringkali memikirkan sesuatu yang tidak ada pada kita, sehingga kita pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa kita mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya kita masih memegang kunci kebahagian, karunia dan kenikmatan. Maka marilah kita pikirkan semua itu dan kemudian syukurilah. “Dan, pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan” (QS Adz-Dzariyat: 21).

Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan pada kita karena Dia telah melipatkan nikmatNya dari ujung rambut hingga kebawah kedua telapak kaki. “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya” ( QS. Ibrahim:34). “Dan Dia menyempurnakan nikmatnya kepadamu lahir dan batin”(QS, Lukman:20). Termasuk nikmat yang khusus dan umum, dunia akhirat, dalam keluarga dan harta serta tubuh dan jiwa.

Bersyukurlah pada Rabb atas nikmat agama, akal, kesehatan, rezeki dan kekuarga serta nikmat-nikmat lainnya. Sebab, tidaklah kita tahu bahwa diantara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya,dilumpuhkan atau ditimpa bencana. Kunjungilah rumah sakit agar kita merasakan bagaimana nikmatnya sehat, datanglah kepenjara agar kita bisa merasakan bagaimana nikmatnya kemerdekaan dan datanglah kerumah sakit jiwa agar kita bisa menyadari bagaimana nikmatnya akal, sebab jika kita tidak pernah mengunjungi tempat-tempat seperti itu secara langsung maka kita akan senantiasa berada dalam  nikmat tetapi tidak pernah menyadarinya.

Orang yang sudah bisa merasakan kehadiran nikmat Allah pada dirinya berkewajiban untuk mengikatnya dengan syukur, menjaganya dengan ketaatan dan memeliharanya dengan tawadhu agar nikmat-nikmat itu bisa lestari. Yang paling berhak mendapatkan tambahan nikmat adalah orang yang paling bersyukur dan yang paling pantas untuk mendapatkan cinta adalah orang yang mengeluarkan seluruh kebaikannya, mengekang keinginan jahatnya dan membuat wajahnya selalu berseri-seri.

Kebutuhan orang lain kepada diri kita adalah sebuah nikmat, maka jangan pernah bosan menghadapinya. Karena bisa berakibat berbalik menjadi bencana. Ketahuilah bahwa yang terbaik dari hari-hari kita adalah ketika kita menjadi tujuan dan bukan kita yang menuju orang lain. Mengapa kita justru memikirkan hal yang telah tiada dan tidak mensyukuri yang ada, melupakan nikmat yang ada dan menyesalkan nikmat yang telah tiada, iri kepada orang lain dan tidak melihat apa yang ada pada diri kita?

Nikmat-nimat itu jika disyukuri akan tetap bertahan dan jika diingkari akan lari. Dunia jika diperlakukan dengan hura-hura akan berlalu dan jika diperlakukan dengan bijaksana akan menipu. Jangan menganggap kecil suatu nikmat bersama kesehatan yang ada. Jangan menyepelekan dosa tanpa dibarengi taubat dan jangan menumpuk ketaatan tanpa dibarengi keikhlasan. Seringkali kenikmatan itu akan melahirkan penyesalan, kesalahan sepele akan menghantarkan kepada kehinaan, kemaksiatan akan berakibat pada dicabutnya nikmat dan tertawa akan berujung pada tangisan.

Jika kita melihat orang lain kafir, maka bersyukurlah pada Allah karena kita berada dalam islam, jika kita melihat orang yang perbuatannya keji maka bersyukurlah kepada Allah karena kita berada dalam taqwa. Jika kita melihat orang yang bodoh karena tidak mau menuntut ilmu maka bersyukurlah pada Allah karena kita masih mau menuntut ilmu dan memiliki ilmu dan jika kita melihat orang yang mendapat bencana maka bersyukurla pada Allah karena kita terhindar darinya.