Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan” (QS. Ar-Rahman:29)

Seorang ulama pernah berkata:”Maksud dari kalimat: “Setiap hari Dia dalam kesibukan,”adalah bahwa Dia mengampuni dosa, menyibakkan mendung kesulitan, mengangkat beberapa kaum dan menjatuhkan yang lain.

Kesusahan itu,tekanlah kuat-kuat,

Karena akan memberikan jalan keluar.

Malam telah menyeru sang fajar untuk terbit,

Ada awan, namun akan segera lenyap.

Tidak ada yang menyatakan terjadinya hari itu selain Allah (QS. An-Najm:58)

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir,kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru,”Ya Allah”

Ya Allah, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu, bimbinglah sesatnya perjalanan ini kearah jalan-Mu yang lurus dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru,”Ya Allah”

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikanlah kesedihan itu awal kebahagiaan dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panic dan menyeru,”Ya Allah”

Ya Allah ,sirnakan dari kami rasa sedih dan duka dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua

Ketika musibah menimpa, bencana melanda dan tragedy terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru,”Ya Allah”

Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus kita pikul, menyerulah,”Ya Allah”

Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran