Problematika kejenuhan merupakan problematika rutin yang sering kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.  Kejenuhan atau rasa jenuh adalah kenyataan hidup yang nyata. Setiap orang pasti mengalaminya. Kejenuhan datang seperti tiupan angin. Saat-saat tertentu ia datang, lalu pergi. Namun ada jenis kejenuhan yg sangat serius. Kejenuhan tipe ini seperti badai Tornado, ia datang mengurung hidup seseorang, merusaknya lalu melempar orang itu kelembah kebinasaan, inilah kejenuhan hidup.

Setiap hari kita melakukan berbagai kegiatan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Belajar, bermain, berangkat sekolah, bekerja atau sekedar duduk merenung. Pernahkah kita menghayati makna semua kegiatan yang kita lakukan, menikmatinya atau sekedar menjalaninya? Seringkah kita merasa bosan dengan apa yang kita alami? Pertanyaan itu pasti akan muncul ketika kita merasa jenuh dengan apa yang kita alami. Jenuh, bosan. Untuk mengatasinya, kita harus mencari tahu akar dari rasa jenuh itu, sehingga bisa menemukan cara untuk menyiasatinya. kejenuhan biasanya terjadi tatkala kita melakukan kegiatan yang monoton atau kita hanya memberikan makanan kepada otak kita tetapi tidak kepada batin kita. oleh karena itu Al qur’an lah jawaban buat kejenuhan kita. coba baca atau dengarkan Al qur’an ketika kita jenuh, insya Allah kejenuhan itu akan terobati. karena Al qur’an adalah kalamullah.

Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad . Pernyataan ini tidak mengada-ada, tapi sebuah fakta yang sudah teruji keabsahaanya. Salah satu pembenaran dari mukjizat Al-Qur’an adalah fungsinya sebagai sarana terapi kesehatan, baik sebagai penyeimbang fungsi organ atau sebagai obat untuk penyembuhan. Dalam bidang medis, al-qur’an dapat berfungsi sebagai obat sebagaimana nama lain baginya yakni asy-syifa. Seorang dokter muda yang bernama Mustamir, yang telah menguji kemuliaan mukjizat al-qur’an dalam bidang kesehatan. Dengan konsep terbarunyan yakni metode religiopsikoneuroimunologi , ia mengupas secara mendalam tentang beragam manfaat al-qur’an bagi kesehatan tubuh dan jiwa.

Kita telah memahami bagaimana agama dapat mempengaruhi keadaan fisik kita. Membaca al-qur’an atau mendengarkannya adalah salah satu anjuran agama yang sangat penting , mengingat peranan al-qur’an yang vital dalam kehidupan muslim. Untuk memahami al-qur’an kita sangat memerlukan ilmu tafsir. Dengan memahaminya kita akan dapat mengambil makna yang terkandung di dalam ayat-ayatnya. Dengan pemaknaan itulah pengaruh Al-quran akan dapat dirasakan di jiwa dan selanjutnya akan berpengaruh positif terhadap kondisi fisik kita.

Surat al-fatihah adalah “Mahkota Tuntutan Ilahi”. Dia adalah ummul kitab atau induk al-qur’an. Banyak nama yang disandang oleh surat yang menjadi pembuka al-qur’an ini, tidak kurang dari 20 sekian nama. Dari nama-namanya itu diketahui betapa besar dampak yang diperoleh oleh siapa saja yang membaca atau yang mendengarkannya. Maka tidak heran jika kita dianjutkan menutup doa dengan salah satu ayatnya yaitu alhamdu lillahiRabbil’alamin bahkan dengan keseluruhan ayatnya.

Tidak semua orang suka keteraturan, banyak yang menyukai tantangan. Sesuatu yang kita cari untuk mengatasi rasa jenuh ialah inspirasi. Sedangkan celah yang mampu menghilangkan rasa jenuh ialah kreasi. Inspirasi dan kreasi merupakan dua nilai idé yang bisa menyentuh rasa dan jiwa untuk berselera. Mengayuh pikir untuk terus mengalir dan bermuara pada satu karya yang bisa, biasa bahkan luar biasa. Inspirasi lahir dari penglihatan, pendengaran yang diteruskan ke ladang keinginan, harapan, impian dan cita-cita. Banyak membaca bisa merangsang tumbuhnya inspirasi. Membaca di sini bukan sekedar membaca serangkaian aksara, melainkan membaca dengan melibatkan unsur kepekaan telinga, hati dan pikiran, sehingga jiwa kita tergugah untuk mencipta. Bacalah dari sesuatu yang kita lihat, bacalah dari pribadi yang sering kita temui, bacalah dari pengalaman yang pernah dialami siapapun dan bacalah dari seluruh keinginan dan kenyataan. Lalu, cobalah melakukan sesuatu yang kita bisa, kita harapkan dan kita inginkan. Cobalah mewujudkan sesuatu yang kita baca menjadi nyata. Niscaya hidup lebih bermakna meskipun itu sederhana.