1. Kita harus berakhlak mulia, sesungguhnya mulia tidaknya seseorang,terhormat atau tidaknya seseorang yg paling utama ditentukan oleh kepribadiannya dan sumber utama kepribadian seorang muslim adalah akhlak alkarimah. Imam Ali berkata,”Akhlak yang baik adalah sebaik-baiknya teman, dan tanda seorang mukmin adalah akhlaknya yang baik”. Akhlak adalah tindakan dan perilaku tengah-tengah, tidak berlebihan (ifrath) dan tidak kurang (tafrith). Allah SWT menetapkan akhlak demikian karena akhlak adalah alat yang dapat membahagiakan kita di dalam kehidupan dunia dan akhirat. Sebagai contoh, Allah menjadikan sifat berani sebagai sifat pertengahan diantara sifat nekad dan sifat pengecut. Kita tidak boleh bersifat ifrath dalam sifat berani sehingga menyebabkan kita jatuh pada sifat nekad, sebagaimana juga kita tidak boleh bersifat tafrith sehingga menjerumuskan kita kepada sifat pengecut. Sifat nekad akan menjerumuskan diri kedalam kebinasaan, sementara sifat pengecut merupakan kelemahan. Berani adalah pertengahan diantara kedua sifat tersebut dan inlah sifat yang diharapkan. Indahnya akhlak mulia, orang yg beriman paling sempurna imannya adalah orang yg paling baik akhlaknya. Kemuliaan seseorang itu adalah karena akhlahnya, karena ketaqwaannya, karena kemampuan memelihara diri dari apa saja yg haram dalam mencari harta dan kedudukan. Kalau ibadahnya dilakukan dengan benar dan ikhlas maka pancaran zat suci itu pun akan mengalir kepada ruhaninya, sehingga ruhaninya menjadi suci. Hanya orang-orang yg ruhaninya suci yg dapat berakhlak mulia.

2. Pasrah kepada Allah melahirkan ketenangan, barangsiapa mempergunakan seluruh waktunya utk Allah, niscaya Allah mencukupkan seluruh kebutuhan makan minumnya dan memberinya rezeki dari arah yg tidak disangka-sangka dan barangsiapa mempergunakan seluruh waktunya utk dunia semata niscaya Allah menjadikan ia patuh kepada dunia. Tidak ada ketenangan yg hakiki kecuali karena iman kepada Allah, karena kepasrahan dan sikap selalu bersandar kepada Allah dalam segala keadaan.

3. Mempunyai rasa malu, malu yg sebenarnya adalah malu karena tidak menjadi manusia yg pandai bersyukur pada Allah, padahal sangat banyak nikmat Allah yg diperoleh. Malu karena tidak melaksanakan kewajiban kepada Allah dan malu karena berbuat maksiat.  Imam Ali berkata,” Malu adalah kunci semua kebaikan.” Malu yang bersumberkan iman adalah malu yang disebabkan watak iman, yang menjadikan manusia senantiasa teguh bertaqwa pada Allah karena, orang yang tidak punya malu akan mengerjakan apa saja yang dia inginkan. Adapun sifat malu yang berlebihan maka itu adalah suatu bentuk penyakit kejiwaan yang harus disembuhkan karena akan menyebabkan kefakiran. Betapa banyak orang yang mempunyai kesempatan dalam berbagai hal dan terbuka peluang baginya dari berbagai penjuru namun kemudian sifat malunya mencegah dia meraih kesempatan tersebut.

4. Menghiasi diri dengan kesabaran, kesabaran membuat seseorang tidak reaktif dalam menghadapi masalah. Kesabaran hanya akan tumbuh dari keimanan yg benar kepada Allah, bahwa apapun yg datang dari Allah pasti baik dan bermanfaat sekalipun mungkin menurut manusia tidak menyenangkan.  Segala sesuatu di dalam hidup ini bersandar kepada sabar.Seekor ayam betina tidak akan dapat meneteskan telurnya kecuali setelah melewati batas waktu yang diperlukan dan itu membutuhkan kesabaran. Contoh kesabaran atas apa yang dicintai adalah mencintai anak. Kita harus bersabar dalam mencintai mereka dan menanggung kesulitan-kesulitan dalam mendidik mereka. Contoh sabar atas apa yang di benci adalah ketika ditimpa penyakit, tentunya tidak kita sukai. Dalam hal ini, kita wajib bersabar, sehingga Allah memudahkan urusan kita. “Orang yang tidak sabar merasa sedetik bagai setahun, sedangkan orang yang sabar merasa setahun bagai sedetik.”

5. Jadilah orang dermawan. Kedermawanan adalah sifat pertengahan antara kikir dan boros. Pemberian ada balasannya, Hidup ini tegak diatas prinsip memberi dan menerima. Setiap saat kita menerima dari Allah, dari manusia bahkan dari alam maka sudah seharusnya kita juga pandai memberi. Jika kita pandai memberi maka dengan tangan yg sama yg kita pakai ketika memberi maka kita akan menerima dengan tangan itu pula. Menanamlah jika mau memanem. Sesungguhnya sumber dari sifat bakhil itu adalah karena cinta harta adalah merupakan sifat tercela.

6. Pandai berterima kasih, tidaklah seseorang itu bersyukur kepada Allah jika ia tidak berterimakasih kepada sesama manusia. Bersyukur adalah kunci bertambahnya rezeki dan keberkahan yang Allah turunkan kepada hamba-hambaNya. Sebaliknya kufur terhadap nikmat menghancurkan rezeki.

7. Selalu menampakkan wajah yg berseri, orang yg berkepribadian simpatik adalah mereka yg senantiasa menebarkan senyum

8. Menabur kebaikan dimana saja, kebaikan-kebaikan yg dilakukan seseorang utk dirinya atau utk orang lain sesungguhnya wujud dari akhlak mulia.  Mulailah dengan bismillah, karena hanya dengan kehendak Allah dan izinNya kita bisa melakukan segala sesuatu.

9. Beramal dengan ketulusan, apalagi yg dapat kita harapkan menolong kita disisi Allah kecuali kebaikan-kebaikan kita yg diridhai Allah.

10.  Kelembutan mendatangkan kebaikan, sesungguhnya seseorang bersikap lemah lembut karena rahmat Allah