Kaya ilmu, kaya hati, kaya materi

Menapak jalan menuju Tuhan, merengguk oase spritual kehidupan.

Ada ilmuwan hebat namun jiwanya kering dan ada ahli ibadah tapi intelektualnya miskin.

Tasawuf adalah bagaimana kita berakhlak dengan akhlaknya para sufi.

Tasawuf merupakan jalan bagi mereka yg menyucikan diri dari hal-hal yg tidak diridhai Allah dengan menjaga diri dari sikap yg berlebihan, juga memerlukan rasa hati yg sangat mendalam sehingga merasakan kehadiran Allah.

”Dunia itu adalah pemandangan indah untuk akhirat.”

Hanya soal materi atau dunia ini, ingat Rasululluah, kita tidak boleh meletakkannya di hati, artinya materi bukan sebagai tujuan, tapi sarana dalam menggapai keridhaan Allah.

Dunia memang harus kita genggam dan raih, tapi kita yg hendak, sedang atau sudah menempuh jalan tasawuf tidaklah boleh diperbudak oleh dunia. Sedikitpun kita tidak boleh tunduk pada harta, kedudukan, pangkat atau apapun yg selalu didamba oleh para pecinta dunia.

Waspadalah terhadap segala keserakahan, sebab hidup kita tidak tergantung kepada kekayaan kita. Hidup yg tidak teruji adalah hidup yg tidak layak utk hidup. Tanda bahwa manusia itu hidup adalah bahwa ketika manusia itu mengalami ujian, kegagalan dan penderitaan.  Kaya bukanlah terletak pada banyaknya harta yg kita punyai, tapi terletak pada hati dan perasaan kita. Ketika kita telah merasa cukup dan bahagia dengan yg kita dapatkan dalam hidup ini dan kita penuh keikhlasan bisa mensyukuri segala keadaan yg ada pada kita, meski tanpa harta, itu yg dinamakan kaya.

Seni hidup bahagia:

01 Memahami spritualitas dalam diri:

Pada hakekatnya semua manusia adalah seorang pengembara. Dan setiap pengembara seharusnya tahu tentang arah yg hendak dituju. Ibarat aliran air, sudah semestinya manusia tahu, dari mana ia berasal, dimana ia sedang berada dan kemana ia akan bermuara. Ia juga semestinya mengetahui rintanga-rintangan macam apa arti perjalanan yg ia tempuh. Dunia adalah sebuah tempat persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah terminal terakhirnya. Sesungguhnya sudah merupakan sunatullah, bahwa manusia diciptakan utk menghuni alam berikut ujian-ujian didalamnya, bukan utk sekedar berfoya-foya, apalagi hanya sebagai pelengkap saja dari sandiwara besar kehidupan.

Dalam hidup ini pencarian atas yg batin merupakan kebutuhan pokok manusi. Kebutuhan ini tak bisa ditinggalkan begitu saja. Laksana rasa butuh kita akan makan dan tempat tinggal. Dunia adalah tempat ujian dan manusia telah dianugerahi otak utk memikirkannya. Adakah kita tidak berpikir tentang ini semua? Sesungguhnya keberadaan kita didunia bukanlah sekedar hidup tanpa alasan. Lebih dari itu, keberadaan kita memiliki suatu maksud, yaitu mencari dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya bekal bagi kehidupan akhirat kelak. Seberapa tinggi derajat seorang manusia di akhirat kelak, semua itu sangatlah bergantung pada apa yg ia lakukan saat ini. Seberapa banyak bekal yg telah ia kumpulkan merupakan standar seberapa tinggi derajat yg bakal diperolehnya. Dengan melakukan proses perenungan batin, manusia akan menemukan dirinya sebagai makhluk yg teramat kaya dengan hal-hal yg kontradiktif. Kadang cahaya datang dihatimu, namun hatimu penuh dengan gambaran benda-benda, maka ia pun kembali beranjak ketempatnya semula. Karena itu kosongkan hatimu dari hal-hal selain Allah, maka ia akan memenuhinya dengan berbagai marifah.

Pikir adalah perjalanan hati ditengah hamparan benda-benda alam. Pikir adalah lentera hati , bila pikir padam, maka tiada lagi penerangan bagi hati. Jalan menuju Tuhan begitu berliku-liku. Batas antara kebaikan dan keburukan begitu tipis. Nafsu, salah satu musuh manusia. ”Pangkal segala maksiat, kelalaian dan syahwat adalah ridha terhadap nafsu. Sedangkan sumber ketaatan, kesadaran dan kesucian diri adalah tidak adanya keridhaan darinu terhadap nafsu. Kecerdasan spritual adalah kecerdasan utk menghadapi persoalan makna atau value, yakni kecerdasan utk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yg lebih luas, kecerdasan utk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibanding dengan yg lain. Orang yg mempunyai kecerdasan spritual yg tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yg dialaminya. Dengan memberi makna yg positif itu. Ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yg positif.

02 Memahami pintu agung akidah.

”Kemaksiatan yg membuahkan kerendahan diri dan kefakiran terhadap Allah, lebih baik ketimbang ketaatan yg menimbulkan kecongkakan dan keangkuhan.”Orang yg beriman menganggap jarak antara nikmat dan musibah tidak begitu jauh. Ketika hari ini mendapat musibah, ia akan sabar dan ketika mendapat nikmat ia akan bersyukur. Karena sesungguhnya, baik dan buruk, sedih dan bahagia semua tergantung pada bagaimana diri kita bersikap. Orang yg beriman selalu menyikapi segala sesuatu secara positif. Bila kita mengukur kekayaan dengan orang yang ada diatas kita, maka yg muncul adalah perasaan iri didada dan semakin jauh dari rasa syukur. Namun jika kita mengukur diri kita dengan orang yg lebih menderita, muncul kegembiraan yg luar biasa. Tak terasa terlontar pujian-pujian syukur dari mulut kita. Ya Allah, singkirkan dari pandangan kami kabut keraguan. Singkirkan dari hati kami, tirai kebimbangan. Hancurkan kebatilan dari kalbu kami. Teguhkan kebenaran dari hati nurani kami. Amin.

03 Membasuh tubuh dan hati

Pikiran merupakan pusat gerak dari seluruh laku kita. Jika pikiran kita tenang, seluruh aura dan tingkah laku kita akan positif. Namun jika jalan pikiran kita negatif, seluruh penampilan kita menjadi negatif. Akibatnya, seluruh gerak kita selalu mengarah pada perilaku-perilaku tersesat dan semakin menjauhkan kita dari nur Ilahi.

Langkah-langkah utk membersihkan hati:

A. Harus bertaubat

B. Membiasakan diri utk zuhud

Zuhud merupakan gaya hidup low profil, mirip orang miskin tapi tidak miskin. Zuhud merupakan pola hidup yg bersahaja. Zuhud tidak ditampilkan karena tempatnya ada dalam hati. Zuhud merupakan sikap batin kita. Seperti batin yg mampu menolak barang-barang mewah yg diberikan kepada kita, karena merasa tidak membutuhkannya.

C. Sabar.

Sabar adalah kemampuan mengendalikan diri pada saat kita mampu melakukan sesuatu dan kemampuan melakukan sesuatu pada saat dalam keadaan malas dan banyak godaan.

D. Tawadhu.

Menyederhanakan diri pada orang lain, tidak susah minta maaf pada orang lain. Saat seseorang merasa tidak keberatan mengucapkan rasa terimakasih, sekalipun pada anaknya sendiri.

E. Tawakkal.

Tawakkal adalah sebagai konsekwensi dari penyerahan kepada Allah, lahir kerelaan kita utk menjalankan kewajiban yg dibebankan oleh agama kepada kita.

F. Tafakur.

Dalam tafakur diri kita sudah melebur disitu dan terasa lebih aktifa dalah Tuhan.

Kalau kita bisa dekat dengan Tuhan, maka kita akan lebih banyak mengalami ketenangan. Kalau kita bisa memberikan bantuan kepada siapapun yg membutuhkan, maka efek spritualnya itu sama-sama dapat menentramkan hati.

Ya Allah bantulah kami, utk mendekatiMU dengan amal-amal yg suci. Amal yg membersihkan kami dari dosa dan menjaga kami dari mengulangi celaka. Amin

04 Memahami spiritual sholat.

Sholat adalah sumber energi spritual. Saat seseorang melaksanakan sholat, akan terbuka baginya pintu-pintu langit. Kalau seseorang yg sholat dapat melihat, sesungguhnya ia sedang naik. Orang yang tak pernah sholat, ia tidak pernah terangkat keatas. Semakin kita merendahkan diri didepan Tuhan,semakin melejit kita dihadapannya.

05 Memahami spritualitas puasa.

Setiap sesuatu pasti memiliki pintu dan pintu ibadah adalah puasa.

Ya Allah jadikanlah kami orang yg Engkau cintai dan orang yang senantiasa mencintaiMu Amin

06. Memahami spritualitas Ramadhan”

Ramadhan penuh dengan berkah. Berkah itu ditaburkan kepada orang0orang yang mengharap. Bulan Ramadhan penuh dengan Maghfirah. Maghfirah itu akan ditaburkan bagi orang yg memohon. Rindu Tuhan terhadap hambaNya diisyaratkan seperti rindu hamba terhadap bulan Ramadhan. Ya Allah, aku mohon kepadaMu, demi hak bulan Ramadhan ini, Demi hak siapa saja yg menyembahMu, Jadikan kami orang yang layak menerima anugerahmu. Yg kau janjikan kepada para kekasihMu