“Pada dasarnya,tidak ada istilah beruntung dalam hidup ini. Yang ada hanyalah, dalam waktu yang bersamaan, peluang yang ada bertepatan dengan kesempatan yang kita miliki.”  Pada kesempatan tertentu kita diuji dengan ketidaklaziman. Terkadang usaha kita sedikit tetapi yang kita dapatkan banyak, atau sebaliknya. Itulah ”seni” dari kehidupan yang telah didesain oleh Allah. Unik, tetapi bermakna. Menantang, tetapi penuh solusi. Menjebak, tetapi bertaburkan hikmah. Manis, tetapi mengandung racun yang mematikan.

Begitulah hidup, orang yang terus berjuang akan memungut taburan hikmah, merangkai ribuan solusi dan selanjutnya ia dapat menjadikan hidup ini sebagai pengembaraan sesaat yang penuh makna. Namun bagi sebagian orang yang menyia-nyiakan waktu, ia akan terus terlena oleh manisnya dunia. Ia tidak sadar bahwa dirinya sedang diracuni dan suatu saat nanti ia akan menyesali apa yang telah ia lakukan selama hidup di dunia.

Subhanallah……. Didunia ini tidak ada sebuah kebetulan, Allah Sang Pengatur alur kehidupan kita semua. Pada hakekatnya, Allah tidak mengenalkan istilah beruntung pada hamba-Nya. Itu merupakan sebuah ujian. Suatu ketepatan peluang yang diberikan oleh-Nya dengan kemampuan kita untuk menyusup di celah-celah peluang tersebut. Bersyukurlah jika kita memperoleh sesuatu yang lebih dan bersabarlah jika kita masih belum mendapatkan apa yang diinginkan, meskipun kita telah berusaha sekuat tenaga. Pasti ada rahasia dabalik itu semua, karena Allah juga telah merencanakan.

Jadi, sebenarnya kita sekarang sedang memerankan suatu profesi dalam sebuah “drama” diatas panggung dunia ini. Setelah kita mengakhiri peran tersebut, kita akan kembali pada hakekat diri kita bahwa kita hanyalah seorang hamba Allah. Yang menjadi patokan sukses atau tidak adalah waktu yang telah kita jalani selama berperan diatas dunia. Semua itu akan ada balasan dari Yang Maha Adil. Tidak ada yang disia-siakan. Semuanya akan dipertanggungjawabkan dan memperoleh balasan yang setara.

Kita bagaikan seorang pemeran drama pada sebuah pertunjukkan diatas panggung. Ada yang jadi buruh, pengajar dan masih banyak peran yang lainnya. Ya, itulah beragam peran yang kita lakoni selama bermain diatas panggung. Ketika kita turun dari panggung, kita kembali menjadi diri kita masing-masing, yang menentukan kita berhasil atau tidak adalah penampilan kita selama pertunjukkan.

Banyak orang yang berspekulasi dengan keberuntungan. Ada yang menspekulasikan hartanya pada keberuntungan dengan bermain judi. Ada yang berharap nasib baik datang dengan mendatangi paranormal, ada juga yang tidak melakukan apa-apa, berdiam diri dan menunggu ada hal baik yang mampir dengan sendirinya. Tak jarang kita menyaksikan hal-hal semacam itu di lingkungan kita.

“Kita dengan mudah menghasilkan 1000 perencanaan, tetapi kita terlalu gundah dan sulit untuk melakukan sebuah tindakan atas suatu perencanaan.”

Sungguh Allah telah menyusun miliaran mata rantai kehidupan diantara makhluk-makhluk-Nya. Tidak seekor nyamuk pun yang luput dari kemahatahuan-Nya. Semua terawasi dengan baik. Bahkan sehelai daun yang jatuh di tengah hutan belantara  di negeri antah berantah pun terjadi atas kehendak-Nya. Segala sesuatu teratur sedemikian rupa, menunjukkan bahwa Dia lah Yang Maha Agung. Demikian pula halnya dengan perjalanan hidup kita. Allah SWT juga telah mengaturnya. Siapa diri kita, dimana kita berada .

Allahumma yâa arhama r-râhimîn / Wahai Allah, Maha Penyayang di antara para penyayang
Sayangilah kami ya Allah…
Jadikanlah kami orang-orang yang Engkau cintai,
sekaligus orang-orang yang mampu untuk saling mencintai…
Sebagaimana kami selalu mengharap ampunan dan maaf dariMu…
jadikan pula kami orang-orang yang mampu memaafkan orang lain…
Angkatlah segala marah & iri, benci & dendam,
serta kekecewaan dari diri kami