Dunia ini ibarat sebuah lautan yang luas, dan kita adalah kapal yang berlayar dilautan yang telah banyak kapal karam didalamnya. Namun andai muatan kapal kita adalah iman, dan layarnya adalah takwa, yakinlah bahwa kita tidak akan pernah tersesat dilautan kehidupan itu. Kualitas keimanan kita akan terlihat dari sikap kita dalam menyikapi ujian tersebut, sebagai orang yang beriman apabila kita di uji dengan kepahitan hidup, yang harus kita lakukan adalah dengan bersabar dan tidak berburuk sangka kepada Allah apalagi sampai menuduh Allah kejam dan benci kepada kita. Allah memberi ujian justru untuk meningkatkan kelas kita sebagai hambanya agar hari yang akan datang lebih baik dari hari yang telah kita lewati.

Setiap kesulitan sering diidentikkan dengan ujian dan cobaan, tapi harus diketahui bahwa ujian tidak selalu berbentuk kesulitan bahkan kesenangan pun juga merupakan suatu ujian. Segala bentuk kekayaan dengan memiliki banyak fasilitas dunia yang dapat ia gunakan, mulai dari rumah pribadi yang besar, elite dan indah, kendaraan pribadi yang yang mahal dan mewah hingga tempat bersantai bahkan tempat peristirahatan terakhir alias pemakaman yang banyak dikagumi orang. Semua ini adalah ujian dari Allah. Kesenangan dapat berbentuk harta yang banyak, anak-anak dan keluarga yang banyak, semua ini bisa menjadi keberkahan, namun dapat pula menjadi malapetaka yang menjerumuskan manusia dalam kesombongan dan keingkaran kepada Allah Swt. “Jagalah Alloh, niscaya engkau akan senantiasa mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Alloh di waktu lapang niscaya Dia akan mengenalimu saat kesulitan, ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidak akan pernah menimpamu dan apa yang telah ditetapkan menimpamu tidak akan pernah luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu selalu mengiringi kesabaran, jalan keluar selalu mengiringi cobaan dan kemudahan itu selalu mengiringi kesusahan.

Hidup itu sendiri adalah ujian. Ujian kehidupan yang diberikan oleh Allah, ada dua macam yaitu ujian dalam betuk kesenangan seperti, harta yang berlimpah, kedudukan dan pangkat yang terkenal, untuk mengetahui sejauh mana rasa syukur kita kepadaNYA, dan akan berbuat apakah kita dengan harta dan segala kenikmatan duniawi itu, apakah dengan karunia itu kita akan semaki bersyukur dan giat beribadah ataukah akan sombong dan melalaikan ibadah. Dan ujian dalam bentuk kesukaran seperti kekurangan harta, penyakit dan bencana, Allah sedang menguji kesabaran kita, Allah ingin melihat reaksi kita dalam menerima ujian tersebut apakah akan bersabar sambil berusaha memperbaiki keadan dibarengi ketaatan beribadah dan memperbanyak doa disamping usaha, ataukah kita akan menyikapi semua kesusahan tersebut dengan kemarahan dan rasa aral yang dilengkapi dengan semakin menjauhi Allah dengan meninggalkan ibadah.Allah berfirman “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah” (Qur’an Surah Al Balad:4). Allah sengaja menciptakan manusia dalam kondisi susah payah, sempit dan sulit.

Dalam kehidupan kita di dunia ini Allah senantiasa memberikan kita nikmat dan karunianya yang teramat besar, disamping ujian dan cobaan tentu saja. itu semua merupakan bukti bahwa Allah menyayangi kita sebagai umatnya. Dengan adanya ujian kita menjadi bertambah sabar dan dekat pada Allah swt.
Ketika kita menghadapi ujian, kita akan bertanya bagaimana dan kepada siapa meminta pertolongan? Jawabannya ada di Al Qur’an, “Hai orang-orang yang beriman. Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong mu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah: 153). “Ketahuilah olehmu! Bahwasannya datangnya pertolongan itu bersama dengan kesabaran.” (HR. At Tirmidzi, dari shahabat Ibnu ‘Abbas ra). Sabar dan sholat menjadi sahabat penolong manusia.

Kehidupan ini memberi kita banyak pelajaran dan hikmah dari berbagai ujian yangdialami.Meskipun hidup ini sulit, sebesar apapun kesulitan itu pasti dapat diatasi.  Allah berfirman “Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kemampuannya” (Qur’an Surah Al Baqarah:286). Setiap orang mempunyai ujian yang berbeda sesuai kapasitasnya karena Allah swt berjanji “laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha”. Allah swt tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya, artinya kita mampu untuk menghadapi ujian apapun yang datang menghampiri. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui maksud dari sebuah ujian, tetapi yang perlu kita tanamkan adalah ada sesuatu yang lebih baik di akhirnya. Dan tugas kita adalah mengambil sebanyak-banyaknya hikmah dari ujian itu. Jadi intinya kita harus senantiasa sabar dalam menerima segala macam ujian, baik ujian kesenangan maupun ujian kesusahan, tentu saja sabar sambil berusaha mencari jalan keluar dari berbagai macam persoalan, begitupun jika ujian itu dalam bentuk kesenangan kita harus mensyukurinya dan semakin banyak beramal dengan harta yang telah Allah anugrahkan kepada kita