Wahai anak Adam : Barangsiapa yang tidak bersyukur atas nikmat dariKu dan tidak sabar dengan segala cobaan dariKu. Maka keluarlah kamu dari bumiKu ini dan carilah Tuhan selain Aku (Al Hadist). Sesungguhnya ujian yang Allah berikan kepada kita, hakikatnya merupakan salah satu sarana untuk mentarbiyah manusia agar menjadi manusia yang beriman dan istiqomah dalam keimannya.

Apa saja yang berlaku di dunia ini, hanya Allah yang Maha Mengetahui. Saya pernah menyaksikan sendiri dalam kehidupan bersaudara, orang yang tadinya sholeh, santun dan berkasih sayang, yang mana belum memiliki jabatan dan kekayaan, hidup masih sederhana dan belum popularitas. Namun begitu ia mengalami kelapangan rezeki, memperoleh jabatan serta menjadi orang yang terkenal, tiba-tiba saya dikejutkan dengan ucapan, sikap dan perilakunya yang seolah tidak mencerminkan masa lalunya.

Tidak ada seorang manusia pun yang hidup di dunia ini, yang tidak diuji oleh Allah SWT. Semua manusia pasti akan diuji oleh Allah, dan itulah hakikat hidup di dunia ini. Setiap orang beriman akan diuji tentang kesungguhan dan keseriusan keimanan mereka. Terhadap sebuah ujian, kesabaran merupakan sikap keniscayaan yang harus dipilih dan digunakan, sebab kalau ia tidak sabar, ia pasti gagal. Kalau sudah gagal maka kerugianlah yang ia peroleh.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik untukmu
Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk untukmu
Allah Maha mengetahui sementara kamu tidak mengetahui. ( Al-Baqarah ayat 216 ). Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Al-Baqarah ayat 286).

Dunia ini adalah tempat ujian dan bencana, orang yang beriman diuji padanya dengan berbagai kesenangan dan kesusahan, kepahitan dan kesejahteraan, sehat dan sakit, kekayaan dan kemiskinan, ujian syahwat dan syubhat. Seorang mu’min akan ditimpa oleh ujian untuk menghapuskan kesalahannya, mengangkat derajatnya sehingga bisa dibedakan antara yang buruk dengan yang baik dan banyak lagi hikmah-hikmah lainnya.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al-Baqarah: 214). Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?.(QS. Al-Ankabut: 1-2)

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabuut: 2-3)

Dalam ayat tersebut di atas, Allah lebih mempertegas lagi bahwa ujian itu untuk mengetahui siapa dari mereka yang beriman dan siapa dari mereka yang kufur. Allah SWT Maha Mengetahui siapa di antara mereka yang benar dalam keimanannya. Begitu pula Allah SWT Maha Mengetahui siapa yang berdusta. Mereka beriman hanya dalam ucapannya saja, tapi hati dan perbuatan kosong, dan dia tidak termasuk golongan orang-orang yang beriman kepada-Nya.

Besar kecilnya ujian seseorang dan berat ringannya cobaan seseorang disesuaikan dengan kemampuan orang tersebut. Karena Allah tidak akan membebani seseorang, melainkan sesuai dengan apa kemampuan orang tersebut. “Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya.” (QS. Ath-Thalaq: 7)

Ujian yang menimpa umat Islam secara khusus, adalah untuk mematangkan mereka dalam kehidupan di muka bumi ini, Dengan adanya ujian, ia memberi peluang kepada manusia untuk memikirkan akan segalakesalahan yang dilakukan pada diri sendiri dan orang lain di masa lampau.

Ya Allah,
kuatkan semangatku untuk menghadapi ujianmu.
telah ku cuba sehabis daya untuk memperbaiki diri.
Kau tunjukkanlah jalan yang lurus seluas luasnya untuk kami.