Rasulullah bersabda : “ Tiada tempat yang lebih buruk, yang di penuhi anak Adam dari pada perutnya, cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat menopang tulang punggungnya, jika hal itu tidak bisa di hindari maka masing-masing sepertiga bagian untuk makanannya, minumannya dan nafasnya.”(HR Imam Lima).

Menurut salah seorang dokter yang concern terhadap puasa, dr. Daniel Irawan (2006), puasa memiliki banyak manfaat, diantaranya memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat, membebaskan tubuh dari racun dan kotoran yang merusak kesehatan, memblokir jalan masuk kuman-kuman seperti bakteri, virus atau pun sel kanker, menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, memperbaiki fungsi hormon yang di perlukan dalam berbagai fisiologis dan biokimia tubuh, meremajakan sel-sel tubuh serta meningkatkan sel darah putih untuk menambah daya tahan tubuh.

Puasa bisa membuat kita awet muda karena dengan berpuasa maka sel-sel tubuh kita akan mengalami peremajaan. Otot dan pembuluh darah pun bertambah segar sehingga memperlambat proses penuaan. Sel-sel yang rusak akan tergantikan dengan sel-sel yang baru. Tentunya, sel-sel yang baru ini memiliki fungsi yang lebih baik dari pada sel- sel yang lama.

Secara psikologis, orang-orang yang berpuasa juga jauh dari sifat amarah, iri, sedih dan sifat negative lainnya, karena orang yang berpuasa lebih bisa menahan emosi dan hawa nafsunya. Jika hati kita tenang, wajah pun terpancar rasa bahagia.

Orang-orang yang berpuasa akan lebih mensyukuri hidup karena bisa merasakan penderitaan dan kekurangan orang-orang yang kurang mampu. Orang yang berpuasa juga memiliki pengendalian diri yang baik. Dengan berpuasa, kita belajar menahan diri dari lapar, haus, dan nafsu marah. Oleh karena itu, biasanya para penyabar adalah mereka yang membiasakan diri berpuasa.

Orang –orang yang berikhtiar mencari rezeki tanpa melupakan berpuasa senin kamis, memiliki peluang untuk menjadi kaya. Rasulullah bersabda,” Bagi orang yang berpuasa tatkala berbuka itu benar-benar ada doa yang tidak akan di tolak.” (HR Ibnu Majah).

Saat kita berpuasa maka berdoalah sebanyak mungkin. Allah sudah menjamin doa orang yang berpuasa. Mintalah apa saja yang kita inginkan kepada-Nya selama itu baik dan tidak di larang oleh Allah. Meminta, percaya dan terima keputusan Allah kepada kita. Lantunkan doa-doa yang penuh harapan kepada-Nya. Niscaya doa-doa kita niscaya terjawab. Kalaupun belum, yakinlah Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Percayalah, Allah akan memberikan yang terbaik dalam hidup setiap hamba-Nya yang taat. Terkadang, belum terkabulnya doa kita adalah jawaban dari Allah bahwa Allah telah mempersiapkan jalan terbaik bagi kita.

Setiap orang akan mencari kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Pencapaian kebahagiaan sangat bergantung dengan keinginan-keinginan kita. Selama ini, mungkin keinginan-keinginan kita ditunggangi oleh hawa nafsu. Misalnya kita mengejar kesuksesan agar mendapatkan pujian dari orang lain. Akibatnya, kebahagiaan yang sudah kita capai hanya bersifat semu dan sementara. Oleh karena itu, jangan biarkan nafsu yang menuntun kita dalam mewujudkan cita-cita dan harapan. Capailah kesuksesan dan kebahagiaan hidup hanya karena Allah.