Sholat fardhu lima waktu menjadi salah satu sarana perjumpaan antara kaum muslimin. Lima kali dalam sehari, kita dapat saling bertegur sapa dan berbagi cerita satu sama lain dengan saudara seiman. Bahkan, dengan sholat berjamaah akan terjalin hubungan persaudaraan yang sangat kuat. Betapa tidak, jika suatu saat kita sakit dan tak bisa ikut sholat berjamaah, para jamaah akan bertanya tentang ketidakhadiran kita. Mereka akan mendoakan untuk kesembuhan kita dan datang menjenguk. Sungguh, sangat indah kehidupan berjamaah seperti itu.

Sholat berjamaah dapat juga dijadikan media silaturahim antara satu dengan yang lainnya. Setiap orang dapat saling mengenal dan berinteraksi di dalamnya. Pertemuan dalam sholat berjamaah bisa menjadi suatu amal kebaikan jika di landasi rasa persaudaraan karena Allah. Dengan demikian, akan terhindar dari rasa iri, dengki, benci dan perasaan negative lainnya. Sebaliknya yang ada adalah saling mencintai dan saling menyanyangi karena Allah.

Sholat sendiri dan sholat berjamaah tentu memiliki perbedaan. Ketika sholat sendirian, mungkin kita cenderung lebih cepat atau cenderung berlama-lama. Sesuai dengan kemauan kita sendiri. Saat rasa malas menyerang, kita memilih sholat di akhir waktu. Berbeda dengan sholat berjamaah, kita tidak bisa seenaknya mempercepat atau memperlambat sholat. Kita harus mengikuti iman, meluruskan shaf dengan jamaah lainnya dan berzikir bersama seusai sholat. Hal-hal seperti itu memotivasi kita agar khusyuk dalam sholat.

Sholat berjamaah tidak hanya membangkitkan gairah beribadah, tapi juga mengajarkan konsep kepemimpinan. Dalam sholat berjamaah, imam adalah pemimpin bagi jamaah lain. Selama imam tak mengalami kesalahan maka makmum wajib mengikutinya. Namun, jika imam mengalami kesalahan maka makmum wajib menegurnya. Bukan itu saja, seorang imam juga harus memenuhi persyaratan tertentu sebelum di pilih menjadi pemimpin dalam sholat, yaitu memiliki pemahaman agama yang baik, memiliki bacaan yang bagus dan dituakan.

Rasulullah bersabda,” Apabila salah seorang di antaramu sholat dengan manusia maka ringankanlah, karena di kalangan mereka ada orang yang lemah, ada yang sakit, ada orang tua, atau mempunyai keperluan. Apabila seseorang diantaramu sholat sendirian maka panjangkanlah sekehendaknya.” (HR Bukhari)

Jika nilai-nilai sholat berjamaah kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat maka betapa indah dan damai kehidupan ini. Tak ada saling memusuhi, saling dendam atau saling memperebutkan daerah kekuasaannya. Dengan demikian, yang ada hanyalah cinta damai, kasih sayang, rasa persaudaraan atau rasa persatuan.

Dalam sehari semalam, Allah mewajibkan kita untuk sholat sebanyak lima kali. Suara muadzin memanggil kita untuk menuju rumah Allah. Kita di perintahkan untuk menghentikan sementara semua aktivitas kerja dan hal-hal yang bersifat duniawi, karena ini bukti ketaatan kita kepada Allah dan bukti kemenangan kita melawan hawa nafsu. Oleh karena itu, orang-orang yang menyambut azan, lalu menunaikan sholat berjamaah adalah mereka yang terhindar dari sifat munafik.

Para ahli otak pun menganjurkan bahwa lebih baik bekerja selama dua jam sambil sesekali beristirahat. Nah, Sholat inilah sebagai sarana mengistirahatkan seluruh anggota tubuh dan jiwa kita. Selain utamanya sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah, sholat juga merupakan sarana mengisi kembali semangat kerja kita dan sarana pelepas kelelahan.