Berinteraksi dengan orang lain mengajarkan kita untuk mengelola emosi dengan baik. Misalnya, kita bisa belajar menghargai orang lain, meningkatkan kesabaran atau menahan amarah di depan orang lain. Sikap-sikap demikian secara tidak langsung menguji tingkat kecerdasan emosi kita. Mustahil kita menjadi orang tak mudah marah, kalau kita belum pernah di sakiti orang lain, atau mana mungkin kita menjadi pemaaf, kalau kita tidak pernah dikhianati orang lain. Semua itu kita peroleh melalui interaksi dengan orang lain.

Memang benar, ada masa-masa kita harus menyendiri dan ada masa-masa kita harus terlibat aktif dengan teman-teman kita. Berinteraksi dengan orang lain memang tak selamanya berjalan lancar dan mendatangkan kebaikan bagi kita. Oleh karena itu, kita harus pandai memilih dan memilah teman atau sahabat. Rasulullah pernah memberi nasehat tentang teman duduk. Orang lain akan melihat kita persis sama dengan teman kita. Jika kita bergaul dengan penjual minyak wangi, sedikit banyak kita akan terpercik wanginya. Sebaliknya, jika kita berteman dekat dengan sang pandai besi, sedikit banyak bau asapnya akan menempel pada tubuh kita.

Bagaimana membangun silaurahim yang efektif dan efisien agar interaksi kita berjalan nyaman?

1. Jadilah pendengar yang baik:

Bagaimana sesungguhnya menjadi pendengar yang baik? Mendengarlah dalam pengertian to listen, yaitu menyimak untuk memahami hakekat di balik perkataan lawan bicara. Simaklah apa yang di ucapkan lawan bicara kita dengan penuh perhatian. Tataplah matanya secara wajar dan jangan berlebihan. Janganlah berpura-pura mendengarkan, padahal kita sedang memikirkan sesuatu yang lain. Lawan bicara kita merasa tidak di hargai. Lebih fatal jika ia memberhentikan pembicaraan dan memilih pergi meninggalkan kita. Oleh karena itu, berusahalah untuk menjadi pendengar yang baik agar orang lain pun menjadi pendengar yang baik saat kita berbicara.

2. Jadilah manusia bertipe pembangun:

Orang-orang yang ramah, selalu berorientasi pada kepentingan orang lain, mau memberikan pendapat atau masukan kepada orang lain dan ikhlas memberikan bantuan. Orang dengan tipe-tipe seperti itulah yang di sebut manusia bertipe pembangun. Manusia bertipe pembangun adalah manusia yang selalu menjaga hubungan silaturahim. Mereka menyediakan waktu untuk mengunjungi para sahabat, sanak keluarga dan kenalan-kenalan baru mereka. “ Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”(HR Bukhari Muslim). Rasulullah bersabda,” Hak seorang muslim yang harus di penuhi muslim yang lain ada lima. Yakni, menjawab salam, mengunjungi orang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan dan menjawab doa orang yang bersin.” (HR Bukhari Muslim)

3. Berprasangka baiklah:

Banyak kasus perpecahan, pertengkaran dan perkelahian yang di sebabkan saling curiga satu dengan yang lain. Terkadang, kita terbawa oleh prasangka-prasangka buruk kepada orang lain. Padahal, belum tentu apa yang kita pikirkan benar adanya. Terkadang juga, kita merasa iri melihat kesuksesan orang lain, lalu muncul prasangka negative. Jika ini terjadi, tentu proses silaturahim kita akan terganggu. Untuk menghindari hal tersebut, cobalah untuk berpikir positif saat membangun interaksi dengan orang lain.

4. Tulislah surat cinta:

Berikut ini ada kutipan sebuah surat seorang istri kepada suaminya. Dengan menulis surat ini, sang istri mencoba melepaskan seluruh kekhawatirannya kepada sang suami.

Yang,…..

Kamu tidak pernah lupa sholat lima waktu khan? Ingatlah perkara yang satu ini dan jangan sampai kamu tinggalkan. Allah memberikan waktu kepada kita 24 jam dalam sehari. Dari 24 jam itu, kita hanya di minta untuk sholat lima kali dalam sehari semalam. Kalau sekali sholat, kita habiskan waktu selama lima menit, maka kita hanya menghabiskan waktu hanya 25 menit sehari semalam untuk sholat.

Ungkapan hati yang dilepaskan melalui selembar kertas dapat menjadi media silaturahim yang amat berharga. Orang yang menerimanya akan mengannggap kita tak pernah lupa kepada mereka. Inilah yanmg sesungguhnya dapat membangun hubungan positif dalam proses silaturahim.