Bukanlah hidup namanya, kalau tidak bermasalah. Bukanlah seseorang di bilang sukses, kalau tidak sanggup melalui berbagai rintangan. Bukanlah di sebut menang, kalau tidak dibuktikan dengan pertarungan. Bukanlah di sebut lulus kalau tidak mengikuti ujian.

Bagaimana kalau otak dan hati kita tidak lagi bisa berfikir dan tidak bisa merenungi lagi tentang kebesaran ayat-ayat Ilahi Robbi. Apalah daya kita….Untuk itulah sudah seharusnya kita bersyukur dan berterimakasih kepada Allah. Syukur atas semua rahmat dan karunia-Nya yang berlimpah ruah, yang Nampak atau tersembunyi dari kasat pandangan mata.

Apa sebenarnya yang kita miliki? Kita sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Kita hanya memiliki sementara dengan sertifikat HAK PAKAI. Kita hanya sebagai khalifah yang di berikan kuasa untuk menikmati.

Istri adalah hak pakai yang dilegalisir dengan pernikahan.

Suami adalah hak guna yang disahkan dengan pernikahan.

Rumah, mobil dan semua perabotan adalah hak pakai yang disahkan dengan jual beli atau hibah.

Mengapa kita hanya memperoleh hak pakai? Karena semua itu punya Allah, tidak akan kekal bersama kita. Artinya dalam menguasainya kita dibatasi oleh waktu. Istri/suami yang kita cintai akan berpisah dengan kita, kalau bukan dia yang melepaskan kita , kitalah yang melepaskannya dan kembali kepada Yang Maha Memiliki. Sementara kita tidak sanggup untuk menahannya. Mobil, rumah dan semua kekayaan juga akan berpisah dengan kita. Oleh karena itu, kita hanya memiliki hak pakai saja, maka selayaknya kita pergunakan dengan sebaik-baiknya hak tersebut.

Kita akan tahu persis harga sebuah kenikmatan, manakala kita sedang mendapatkan masalah atau cobaan. Dan cobaan itu adalah rahmat untuk sadar dan kembali kepada Allah. Contohnya, dalam beribadah kepada Allah, kita akan bersantai-santai saja kalau tidak ada masalah. Tetapi begitu mendapat masalah, kita akan bangun malam melaksanakan sholat, beristigfar, menangis dan meminta pertolongan dari Allah. Di sini kita akan merasakan betul betapa nikmatnya beribadah. Ketika uang banyak, kita akan membeli apa saja yang sebenarnya belum tentu ada manfaatnya, tetapi begitu uang habis, kita jatuh sakit. Maka kita akan tahu betapa nikmatnya sehat dan perlunya uang untuk di tabung.

Dari contoh-contoh masalah di atas  dan masalah-masalah kehidupan yang lain, kita akan tahu bahwa permasalahan itu sendiri hakekatnya adalah bumbu kehidupan yang memperlezat kenikmatan. Karena memang dunia dan isinya diciptakan oleh Allah dengan berpasang-pasangan dan berlawan-lawanan sekaligus dihadapkan dengan bermacam-macam permasalahan suka dan duka silih berganti. Ada penyakit bagus…..karena obat laku dan dokter tidak menganggur serta perusahaan farmasi maju.

Bagi orang yang beriman, semua bagus. Dengan selalu ada masalah itu, maka hidup akan menjadi dinamis, tidak beku dan mati. Dengan bermasalah, dunia ini akan terasa indah, selama di hadapi dengan tegar, optimis, prima, percaya diri dan di dasari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Hidup ini penuh keindahan karena semuanya di hadapi dengan berzikir dan berdoa serta usaha dan selalu bersyukur dalam segala hal.