Rahmat yaitu suatu keadaan yang memerlukan sampainya manfaat dan maslahat kepada hamba, meskipun ia membencinya atau menderita karenanya. Inilah rahmat dalam arti yang sesungguhnya. Karena itu, orang yang paling mengasihimu (merahmatimu) adalah orang yang (menurut anggapanmu) menyusahkanmu karena ia berupaya keras menyampaikan maslahat kepadamu dan menolak bahaya darimu.

Maka dari itu, termasuk kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya adalah ia memaksa anak tersebut agar mencari ilmu dan mengamalkannya. Dan, untuk itu, terkadang anak itu menderita karena di pukul oleh ayahnya atau karena diberi tindakan lainnya. Orang tua itu melarang berbagai keinginan anaknya yang bias mendatangkan bahaya.

Diantara kesempurnaan rahmat Allah, Yang Maha Penyanyang di antara para penyayang adalah dengan menimpakan berbagai cobaan kepada hamba-Nya. Dia Maha Mengetahui tentang maslahat hamba-Nya. Maka, pemberian cobaan atasnya serta pelarangan-Nya dari menyalurkan berbagai syahwat dan keinginannya adalah termasuk rahmat-Nya kepada hamba-Nya. Tetapi karena kebodohan dan kezalimannya, hamba itu berprasangka buruk atas ujian Tuhannya, ia tidak mengerti kebaikan Allah atasnya karena ujian dan cobaan yang ditimpakan-Nya. Ini adalah karena kesempurnaan rahmat-Nya atas hamba, bukan karena kebakhilan-Nya kepadanya. Betapa tidak, Dialah Dzat Yang Maha Pengasih dan Dermawan, yang memiliki segala bentuk kedermawanan.

Termasuk bentuk kasih sayang Allah terhadap para hamba-Nya yaitu:

  1. Ia memberi ujian berupa berbagai perintah dan larangan sebagai bentuk rahmat dan penjagaan, tidak karena suatu hajat, sehingga Ia memerintah kepada mereka, sebab Dia Maha Kaya dna Maha Terpuji. Dan apa yang dilarang-Nya bukanlah suatu bentuk kebakhilan dari pada-Nya, tetapi justru karena kedermawanannya.
  2. Ia menjadikan kehidupan ini tampak rumit dan keruh, sehingga manusia tidak betah di dalamnya, tidak merasa tenang tinggal di dalamnya.

Termasuk rahmat Allah atas segenab hamba-Nya adalah Ia memperingatkan mereka dari siksa-Nya, sehingga mereka tidak sombong. Allah berfirman:

“ Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)- nya. Dan Allah sangat penyanyang kepada hamba-hamba-Nya” (Ali Imran : 30)