Sakinah , Mawardah , Warahmah

Tag Archives: islam

Musik sebagai alat untuk membangkitkan kepahlawanan, seperti genderang perang, diperbolehkan. Atau rebana yang dipukul untuk menghibur saat terjadinya peristiwa yang sangat membahagiakan, seperti ketika berlangsungnya walimah. Selama alat-alat music ini hanya dijadikan alat hiburan diri, tidak mengandung unsure kefasikan dan kekufuran, tidak mendorong dan menjerumus ke hal-hal yang diharamkan dan tidak membuat orang lalai seperti seruling gembala, maka di perbolehkan. Juga diperbolehkan kalau tidak untuk membangkitkan birahi, tidak merupakan adat kebiasaan orang-orang kafir dan fasik. Atau tidak untuk main-main dan menyia-nyiakan waktu, maka tidak dilarang.

“ Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, maka pasti binasalah langit dan bumi ini dan semua yang ada di dalamnya…”(Al-Mukminun: 71)

Karena itu di dalam masyarakat Muslim tidak aka nada sekolah music, Akademi music dan mata pelajaran music. Juga tidak ada anggaran untuk mengembangkan music dan semacamnya. Para musikus dan penyanyi tidak akan menjadi dambaan orang, malah mereka akan menjadi orang hina jika berada dalam suasana dosa. Akan dipandang sebagai orang biasa bila mereka dapat memelihara kemusnahannya. Kecuali seorang bersuara bagus yang bisa melagukan lagu-lagu nasyid yang dapat membangkitkan intuisi yang baik. Tapi hal ini tidak boleh terlalu banyak. Biarkan seperti kedudukan garam dalam makanan. Cukup sedikit untuk mengenakkannya, malah kalau terlalu banyak akan merusak makanan tersebut.

Dengan demikian, di dalam masyarakat muslim tidak diperkenankan berdirinya tempat-tempat khusus untuk pertunjukkan music dan penyanyi- penyanyi wanita serta tidak boleh memperbanyak siaran-siaran lagu yang diperbolehkan. Cukup dijadikan selingan acara-acara lainnya. Tidak perlu banyak, cukup seperti garam dalam sayur, dan lagu-lagu ini tidak diiringi music. Pada hari-hari perayaan tertentu atau saat terjadinya peristiwa yang sangat menggembirakan, boleh menyanyikan lagu diiringi rebana atau alat-alat bunyi-bunyian lain yang dimubahkan, seperti seruling gembala.

Rasulullah bersabda, “Tidak beriman salah seorang dari kamu sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.” “ …Sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)” (An-Nisa’: 27).

Sastra, dalam masyarakat Islam, bertujuan untuk membangun jiwa manusia. Bukan untuk melampiaskan hawa nafsunya. Bukan pula untuk bersenang-senang yang menyeret jiwa manusia kepada kebatilan. Apakah sastra itu berbentuk novel, roman sejarah, puisi, makalah dll. Akan halnya nyanyian, harus dijaga batas-batasnya. Seorang laki-laki boleh bersenandung atau bernasyid yang di dengarkan laki-laki ataupun perempuan. Tapi dengan syarat senandung dan lagunya bersih, tidak mengandung unsure maksiat, dan wanita boleh juga menyanyi di depan kaum wanita, tapi dengan syarat lagu-lagunya bagus, tidak mengandung unsure maksiat.

Dalam Masyarakat Muslim, kecantikan, tubuh, pakaian daya tarik dan seluruh dandanan perempuan hanya diperuntukkan bagi suami. Sebab hanya suami yang berhak menikmati semua itu. Meskipun kaum kerabat dan mahramnya. Wanita-wanita lain yang diperbolehkan melihat perhiasan wanita, itu pun harus menjaga batas-batasnya. Jangan sampai menimbulkan birahi sesamanya. Masyarakat Muslim adalah masyarakat yang menyukai sesuatu yang di sukai Allah. Menyukai sifat malu, suci, mulia dan menjaga diri dari terjerumus ke jurang kesesatan.


Dianjurkan memperbanyak bacaan shalawat kepada Nabi di waktu siang dan malamnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jum’at dan malam Jum’at. “ Rasulullah adalah tuan seluruh umat manusia sedangkan hari jum’at adalah tuan seluruh hari. Shalawat yang dibaca pada hari ini punya keistimewaan yang tidak terdapat pada hari-hari lain.

Disamping itu ada pula hikmah yang lain, berupa setiap kebaikan yang dihasilkan umat didunia dan akhirat akan diterimanya melalui tangan beliau. Maka dengannya, Allah menghimpunkan untuk umatnya antara kebaikan dunia dan akhirat. Kemuliaan terbesar yang dapat mereka raih adalah terjadi di hari Jum’at. Karena padaNyalah Allah menempatkan mereka kerumah-rumah dan istana-istana mereka disurga. Hari ini merupakan hari raya bagi mereka di dunia. Hari yang padaNya Allah memenuhi berbagai permintaan dan kebutuhan mereka dan tidak pernah ditolak permohonan mereka. Ini semua mereka ketahui dan mereka dapatkan disebabkan oleh beliau dan melalui tangannya. Maka diantara bentuk terimakasih dan balas budi kepada beliau serta memenuhi sebagian haknya adalah kita memperbanyak shalawat kepada beliau di siang hari dan malamnya.

Hari Jum’at merupakan hari yang dianjurkan supaya berkonsentrasi penuh pada ibadah. Hari ini memiliki keistimewaan dibandingkan dari semua hari lain dengan adanya anjuran bermacam-macam ibadah yang wajib maupun yang mustahab. Allah telah menetapkan bagi pemeluk setiap agama, suatu hari yang mereka gunakan untuk sepenuhnya beribadah dan membebaskan diri dari berbagai kesibukan duniawi. Maka, kedudukan hari jum’at adalah sebagai hari ibadah diantara hari-hari lain sebagaimana bulan Ramadhan di antara bulan-bulan yang lain dan saat dikabulkan doa padanya sama dengan saat lailatul qadar di bulan Ramadhan. Jadi hari Jum’at adalah barometer untuk satu minggu, Ramadhan adalah barometer untuk setahun sedangkan haji adalah barometer untuk sepanjang umur. Wallahu a’lam.


Masalah hidup adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, tidak ada seorangpun yang terhindar darinya. Masalah ada untuk membuat kita berkembang dan menjadi pribadi yang tangguh. Agar dapat menjalani hidup dengan tenang, jauhilah berpikiran muluk-muluk. Hadapilah semua masalah dengan lapang dada. Jadikanlah tujuan hidupmu masuk akal, jangan coba lari dari masalah.

Kita diwajibkan untuk selalu meminta (berdoa ) kepada Allah, lalu kita harus bertawakkal atas doa kita . Sesungguhnya Allah tahu yang terbaik untuk kita. Banyak diantara kita mulai berputus asa dengan doanya karena merasa doa yang telah kita panjatkan tidak didengar oleh Allah dan tidak dikabulkan Allah . Seharusnya kita belajar untuk intropeksi diri kita sendiri mengapa doa kita tidak dikabulkan oleh Allah. Kita memang punya rencana, Allah pun punya rencana untuk kita, rencana yang terbaik buat kita, walaupun mungkin itu merupakan hal yang tidak kita sukai ataupun mungkin kita menganggapnya itu sebuah musibah tetapi akal manusia dan naluri kita sering dihadapkan akan keterbatasan-keterbatasan yang tidak mampu mengungkap hikmah dibalik itu semua.

“Ketika kita meminta kesabaran , Allah SWT memberi kita cobaan untuk tetap tegar. Kita meminta kedewasaan, Allah SWT memberi kita masalah untuk diselesaikan. Kita meminta kenikmatan, yang Allah berikan adalah kekuatan dan pikiran untuk terus berusaha demi menggapainya.”

Perlu kita garis bawahi bahwa apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita adalah sebuah perencanaan yang demikian apik dan penuh kerahasiaan. Kita adalah seorang hamba yang tidak bisa menentukan segala sesuatunya, walaupun kita telah berusaha sebaik mungkin karena masih ada yang Maha Tahu akan segalanya. Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Hanya terkadang kita tidak menyadari pemberianNya. Oleh karena itu tanamkan dalam hati kita bahwa Allah SWT tidak memberikan apa yang hambaNya pinta, tetapi Allah SWT akan melipatgandakan apa yang hambaNya butuhkan.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 216, Allah SWT berfirman:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Setiap orang pasti pernah merasa kecewa dengan apa yang menimpa dirinya. Ia mengeluh atas keadaan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Meronta-ronta kesetiap sudut peristiwa dari waktu yang sedang berjalan maupun yang telah berlalu. Meringis kesal pada harapan yang tak tergapai. Disetiap scenario yang Allah tentukan untuk setiap hambaNya pasti terdapat banyak rahasia yang tidak bisa kita ketahui. Skenario yang tidak bisa dijangkau oleh akal pikiran kita dan ternyata kita baru tersadar ketika hari berganti hari, waktu telah berlalu dan hal yang terjadi pada kita mengandung berbagai hikmah yang luar biasa dan itulah yang terbaik bagi kita. Yakinlah karena Allah selalu memiliki scenario yang indah untuk kita agar kita bisa tersenyum bahagia dan Allah selalu memiliki jawaban yang terbaik untuk setiap insane yang bermunajat kepadaNya. Banyak sisi hidup ini yang kita tidak tahu. Kita hanya mampu meminta begini dan begitu, sedangkan kita tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya akibat dari permintaan kita tersebut . Kebanyakan dari kita masih belum dewasa untuk menghadapi hal-hal yang demikian.