Allah akan menuntun siapa saja yang mau bertaubat, sekalipun para mantan narapidana. Allah senantiasa mencurahkan kasih sayang, rahmat dan petunjuk-Nya bagi para hambaNya yang sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri. Jika sudah datang petunjuk dan kemudahan dari Allah maka hidup akan terasa nikmat dan ringan.

Berikut ini sebuah kisah perubahan seseorang menuju kesuksesan:

Azan subuh berkumandang, Sesosok tubuh tegap sedang melangkahkan kakinya. Pelan tapi pasti. Dalam langkahnya, tak henti-hentinya ia berzikir. Meskipun usianya tak muda lagi (42 tahun), tapi semangat beribadahnya layaknya anak muda. Dialah Udin (nama samaran), seorang mantan narapidana. Dahulu ia bersama teman-temannya sering melakukan pencopetan dan penjambretan di pasar-pasar. Bahkan ia termasuk “ Raja” preman. Teman-temannya sangat segan pada Udin, karena setiap aksi pencopetannya selalu sukses.

Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga, kira-kira begitulah yang di alami Udin. Enam tahun silam, Udin tertangkap dan harus menjalani hukuman penjara selama kurang lebih enam bulan. Setelah menyelesaikan masa hukumannya, Udin pun kembali menikmati udara bebas.

Ternyata Udin tidak benar-benar meninggalkan dunia kejahatan. Ia kembali mendalangi berbagai kasus pencopetan dan perampokan. Kali ini tak tanggung-tanggung, Udin memberanikan diri melakukan pencopetan di perumahan- perumahan elit. Hasilnya memang signifikan.

Namun, Udin kembali tertangkap dan harus mendekam selama satu tahun dalam penjara. Di dalam penjara, Udin mulai tergerak. Ia mulai sadar akan semua perbuatannya. Setiap hari jumat, ia mulai tergerak untuk sholat. Saat mendengarkan kutbah, ia merasakan kenikmatan. Entah mengapa. Sampai-sampai Udin yang berjiwa keras itu bisa menangis. Udin pun mulai bertaubat.

Ia mulai membiasakan diri sholat fardhu di mesjid. Ia juga ikhlas menjalani hukuman akibat perbuatannya tersebut. “ Penjara ini adalah tempatku memperoleh hidayah dari Allah.” Katanya. Udin mengalami perubahan positif dari hari ke hari. Ia semakin dekat kepada Allah dan banyak belajar ilmu agama. Kini, Udin telah bebas. Ia sudah menjadi seorang da’i. Bahkan seringkali ia mengajak teman-temannya untuk bertaubat.

Begitulah kehidupan. Terkadang kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita kelak. Hidayah Allah pun demikian. Kita tak pernah tahu kapan Allah mencurahkan hidayahNya kepada kita. Namun, hidayah atau tuntunan Allah harus kita jemput. Hidayah itu tak kan datang begitu saja tanpa kita usahakan. Dengan demikian, siapa pun kita asalkan mau bertaubat, niscaya Allah akan menuntunnya.

Iklan